Maryam, seorang aktivis hak-hak perempuan asal Iran yang sedang dipenjara, diizinkan untuk bertemu keluarganya selama tujuh hari. Suami dan anak-anaknya memohon agar Maryam melarikan diri bersama mereka alih-alih kembali ke penjara, namun ia belum mengambil keputusan.










